Hadirkan layanan dan produk teknologi sebagai solusi bisnis
Internet of Things (IoT) sering disebut sebagai ‘The Next Big Thing’, sebab teknologi ini digadang-gadang akan mampu membuka lembaran baru kehidupan manusia yang lebih baik di masa yang akan datang.
Pada dasarnya Internet of Things atau biasa disingkat ‘IoT’ adalah suatu konsep untuk menghubungkan peralatan elektronik dengan internet agar dapat diakses dari jarak jauh. Adanya integrasi ini membuat sistem dapat dengan mudah mengumpulkan dan menganalisa data lalu mengirimkan hasilnya pada pengguna.
Tujuan dari terciptanya teknologi internet of things ini adalah agar peralatan elektronik dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam mengolah data, menganalisis dan melaporkan kepada pengguna secara mandiri dan real time.
Dengan sistem IoT ini, pengguna dapat lebih mudah menjalankan beberapa aktivitas dalam satu waktu. Misalnya saja bila Anda memiliki mesin kopi berbasis IoT dan juga smart speaker di dapur Anda, maka Anda bisa memasak sarapan pagi sembari mendengarkan berita pagi yang dibacakan oleh smart speaker sekaligus menunggu kopi Anda tersaji. Sangat menyenangkan bukan?
Bagaimana cara kerja IoT?
Prinsip dasar IoT terletak pada empat unsur utama yang saling bekerjasama.Unsur-unsur tersebut adalah:
1. Sensor
Dalam sistem IoT, sensor adalah komponen pertama berupa perangkat keras yang harus tersedia. Fungsi sensor adalah untuk menerima data dari sumber dan memproses data tahap awal. Mulai dari sensor suhu, kecepatan, berat hingga yang lebih kompleks lagi seperti data pasien di rumah sakit.
Semakin banyak sensor yang terhubung dalam sistem IoT maka semakin besar pula peluang terkumpulnya data-data yang nantinya berguna untuk pengguna teknologi ini.
2. Konektivitas
Setelah data terkumpul, data kemudian dikirimkan ke penyimpanan berupa cloud untuk menyimpan, menganalisis dan memproses data tersebut.
Agar data dapat terkirim, perlu adanya sebuah media yang dapat menghubungkan sensor dengan cloud. Seperti jaringan seluler, jaringan satelit, bluetooth, Wi-Fi dan lain sebagainya. Perlu Anda perhatikan bahwa pemilihan media ini berpengaruh terhadap seberapa cepat dan baik konektivitas yang menghubungkan sensor dengan penyimpanan cloud. Sebab dari penyimpanan cloud tersebut, data akan dikirimkan ke pengolahan data.
3. Pengolahan Data
Data yang telah disimpan dalam cloud diproses menggunakan big data analytics engine atau mesin pengolah big data, yang berguna untuk membantu sistem IoT menentukan apa yang harus ia lakukan berdasarkan analisis data-data tersebut.
Hasil pengolahan data ini bisa bermacam-macam, seperti menyalakan lampu, mematikan pemanas ruangan, mengatur temperatur kulkas hingga sesuatu yang lebih kompleks lagi seperti mengenali penyusup.
4. User Interface (UI)
Setelah sistem berhasil menyimpulkan sesuatu, langkah terakhir adalah memberikan laporan atau pemberitahuan kepada pengguna. Dalam memberikan laporan, ada satu hal lagi yang tak kalah penting yaitu user interface (UI) atau tampilan antarmuka.
User Interface berfungsi untuk memberikan tampilan yang mudah dipahami oleh pengguna. UI membuat pengguna lebih mudah membaca data dan mengoperasikan sistem IoT pada device. Contohnya untuk memantau dan mengatur mesin produksi, menyalakan lampu, mengirimkan notifikasi dan lain-lain.
Bagaimana Penerapannya?
Internet of things (IoT) dapat diterapkan dalam berbagai sektor kehidupan seperti kesehatan, konstruksi, travel dan lain sebagainya.
Pada sektor kesehatan, teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh para dokter untuk mendapatkan data-data lengkap pasien, seperti riwayat penyakit atau kondisi terkini, secara cepat, terorganisir dan real time. Untuk bidang konstruksi, produk IoT seperti smart safety glasses yang dapat membagikan informasi penting melalui kacamata, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan mempercepat pekerja lapangan menyelesaikan tugasnya. Lalu pada transportasi, Anda dapat memanfaatkan sistem IoT untuk memonitor lokasi kendaraan atau alat berat, mengawasi jalur kendaraan bahkan Anda juga dapat mengatur batas kecepatan pengemudi.
Melihat segala kemampuan dan potensinya yang tanpa batas di masa depan, Internet of Things (IoT) memang pantas diberi julukan “The Next Big Things”.
