Hadirkan layanan dan produk teknologi sebagai solusi bisnis
Di tengah gencarnya gaung Industry 4.0, istilah internet of things (IoT) cukup sering atau bahkan tidak pernah ketinggalan untuk disinggung. Namun apa sebenarnya IoT itu?
Pada dasarnya Internet of Things atau biasa disingkat ‘IoT’ adalah suatu konsep untuk menghubungkan peralatan elektronik ke internet agar dapat diakses dan dikendalikan dari jarak jauh. Konsep ini mempunyai potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh untuk membuat kehidupan lebih baik. Karena potensi besarnya ini IoT juga mendapat julukan ‘The Next Big Thing’.
Internet of things (IoT) atau disebut ‘internet untuk segala’ dalam Bahasa Indonesia, bukanlah satu sistem atau perangkat yang bisa bekerja sendiri, justru merupakan kombinasi dari berbagai komponen yang saling bekerja sama.
Jumlah komponen dalam IoT bisa sangat bervariasi menyesuaikan tingkat kerumitan dari kebutuhan penggunanya. Namun secara mendasar, IoT memerlukan 4 komponen berikut:
Sensor
Sensor merupakan instrumen yang berfungsi mengambil data yang diperlukan dari suatu obyek. Data ini bisa berupa informasi sederhana seperti temperatur udara hingga yang kompleks seperti tayangan video.
Sebuah perangkat IoT bisa mempunyai beberapa sensor untuk mendapatkan berbagai data agar bisa memberikan informasi yang lengkap pada penggunanya. Sebagai contoh adalah GPS Tracker, yang mempunyai sensor GPS, temperatur, sensor bahan bakar, sensor tegangan listrik, dan lainnya.
Konektivitas
Setelah data didapat maka selanjutnya data akan dikirimkan ke cloud infrastructure untuk diproses. Pengiriman data ke cloud memerlukan suatu penghubung atau koneksi,. Ada banyak pilihan koneksi yang bisa digunakan dalam IoT, seperti: jaringan seluler, satelit, Wi-Fi, wide area network (WAN), low power wide area network, dll.
Setiap pilihan koneksi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang mempengaruhi jarak, konsumsi daya, bandwidth, dan lain-lain. Karena itu pilihan konektivitas pada sebuah perangkat IoT harus dipertimbangkan dengan baik.
Pengolahan data
Selanjutnya setelah data diambil dan dikirimkan ke cloud, semua akan diproses oleh sebuah software. Proses pengolahan data juga bisa sesederhana membaca membaca suhu udara di area tertentu hingga proses yang rumit seperti mengenali obyek di video melalui visi komputer.
Dalam pemrosesan data bisa saja diperlukan interaksi dengan manusia atau bahkan sepenuhnya otomatis menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
User Interface (UI)
Data yang telah diproses memerlukan tampilan agar bisa dibaca atau dipahami oleh penggunanya. Di sini lah diperlukannya suatu user interface (UI) atau antarmuka pengguna.
User Interface umumnya ditampilkan di sebuah device seperti: smartphone, tablet, laptop, PC, atau device lainnya. Selain digunakan untuk menampilkan informasi yang diperlukan, user interface juga berfungsi untuk berinteraksi atau mengendalikan device IoT yang terhubung ke obyek.
Keempat komponen di atas merupakan bagian yang paling mendasar dari suatu perangkat internet of things (IoT).
