Hadirkan layanan dan produk teknologi sebagai solusi bisnis
Internet of things adalah teknologi mendapat julukan “The Next Big Thing”, karena potensinya yang diyakini akan mengubah dunia dengan menciptakan jaringan raksasa yang menghubungkan berbagai perangkat melalui jaringan perangkat.
Semakin banyak negara yang mengembangkan teknologi IoT agar tidak tertinggal dengan kemajuan jaman. Bagaimana dengan perkembangan IoT di tanah air?
Di Indonesia adopsi teknologi internet of things mulai marak pada tahun 2018 seiring dengan hadirnya beberapa perangkat IoT seperti GPS tracker dan smartwatch. Diperkirakan jumlah perangkat IoT pada tahun 2021 akan lebih banyak ketimbang jumlah ponsel pintar yang beredar di Indonesia. Dengan kata lain, perkembangan internet of things di Indonesia akan terus bertambah secara masif.
Seperti yang disampaikan oleh Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan, pada Oktober 2020 lalu sudah ada sekitar 31 juta perangkat IoT yang terhubung dan diperkirakan jumlah ekosistem IoT pada 2021 akan lebih banyak ketimbang jumlah ponsel pintar yang beredar di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate juga terus mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk Internet of Things (IoT), dalam membuat terobosan baru atau smart solution. Hal ini disampaikan dalam Indonesia Smart City Conference, Forum Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Pameran Smart City, di ICE BSD Tangerang, Selasa (14/12/2021).
Johnny G Plate mengatakan, pemanfaatan tersebut sejalan dengan arus digitalisasi dan dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas serta optimalisasi layanan pada masyarakat seperti dikutip dari siaran pers Kemkominfo, teknologi IoT bakal mengalami perkembangan pesat di tahun 2025, dengan terdapat 41,6 miliar perangkat yang terpasang di dunia.
“Di Indonesia, jumlah perangkat IoT diperkirakan mencapai 400 juta perangkat di tahun 2022, dan akan meningkat menjadi 678 juta perangkat tahun 2025 dengan hadirnya 5G,” ujarnya.
Johnny menambahkan, nilai pangsa pasar IoT di Indonesia juga akan mengalami peningkatan dari Rp 355 triliun di 2022, mencapai Rp 557 triliun di tahun 2025.
Dari uraian di atas kita bisa melihat bahwa penggunaan teknologi internet of things di Indonesia akan terus berkembang dan akan melaju lebih cepat lagi dengan 5G. Adopsi IoT di berbagai bidang industri akan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan, serta semakin gencarnya konsep smart city dan smart home turut mendorong masuk teknologi IoT ke kehidupan sehari-hari.
